« Previous Entries

Arsip bulan October, 2008

12 Ledakan Bom, Tewaskan 61 Orang 310 Luka

Friday, October 31st, 2008 | kategori: INTERNASIONAL | No Comments »

India-Sekilas Indonesia-Ledakan Bom yang menewaskan, 61 orang tewas dan lebih dari 300 orang cedera Kamis (30/10) ledakan yang mengguncang kota-kota dan pasar di Negara Bagian Assam, India timur laut,sebanyak 12 ledakan.

( Baca Selengkapnya )

Polres Bangkalan Siap Pengamanan Pilkada Jatim,536 Personel di Siagakan

Friday, October 31st, 2008 | kategori: KEAMANAN | No Comments »

Sumenep-Sekilas Indonesia- Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mempersiapkan 535 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur putaran kedua, 4 November 2008.

( Baca Selengkapnya )

Penetapan Tersangka Aulia Pohan Jangan Omong Kosong, Buktikan Dengan Penahanan

Friday, October 31st, 2008 | kategori: HUKUM | No Comments »

Jakarta-Sekilas Indonesia- Penetapan empat mantan deputi gubernur senior Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan, Bunbunan Hutapea, Aslin Tadjuddin, dan Maman Soemantri,  oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera diikuti dengan proses penahanan. Jika tidak, hal tersebut semakin mengindikasikan KPK tidak berdiri secara independen dan penetapan tersangka hanya sebagai alat politik SBY dan JK.

( Baca Selengkapnya )

Sidang Paripurna DPR Sahkan RUU Pornografi Menjadi UU

Thursday, October 30th, 2008 | kategori: HUKUM, Uncategorized | No Comments »

Jakarta-sekilas Indonesia- Setelah diwarnai berbagai dinamika selama beberapa tahun, Rancangan Undang-Undang tentang Ponrografi akhirnya disetujui untuk disahkan menjadi Undang-Undang.

( Baca Selengkapnya )

Kebakaran Melanda Makassar 40 Rumah Ludes Dilalap Api

Thursday, October 30th, 2008 | kategori: PERISTIWA | No Comments »

Makassar-Sekilas Indonesia-Sedikitnya 40 rumah hangus dalam peristiwa kebakaran di kawasan padat penduduk di Jalan Maccini Baru, Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan/Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (30/10) sekitar pukul 13.00 Wita.

( Baca Selengkapnya )

Kasus Aulia Pohan Jangan Diskreditkan Yudhoyono

Thursday, October 30th, 2008 | kategori: HUKUM | No Comments »

Jakarta-Sekilas Indonesia- Ketua Umum Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Julian Manurung menyatakan kasus mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan jangan dijadikan alat untuk mendiskreditkan Presiden Susilo Yudhoyono.

( Baca Selengkapnya )

Usul Delegasi Parlemen Indonesia di Setujui PM Jepang,Terkait Krisis Keungan Global

Thursday, October 30th, 2008 | kategori: DAERAH | No Comments »

Jakarta-Sekilas Indonesia- PM Jepang, Taro Aso, setuju dengan usulan anggota Parlemen Indonesia, agar negara terkuat ekonominya di Asia itu segera mengambil langkah besar mengatasi krisis keuangan global sehingga tak terlalu menekan perekonomian Asia.

( Baca Selengkapnya )

Dana BLT 2009 Disepakati Hanya Dua Bulan

Thursday, October 30th, 2008 | kategori: DAERAH | No Comments »

Jakarta-Sekilas Indonesia-Pemerintah dan Panitia Anggaran DPR menyepakati alokasi program bantuan langsung tunai (BLT) 2009 sebesar Rp3,811 triliun untuk dua bulan, atau lebih singkat dari usulan pemerintah sebelumnya tiga bulan.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com