« Previous Entries

Arsip bulan November, 2008

Pelabuhan Penyebrangan Kalianget - Kangean di Serbu Penumpang

Friday, November 28th, 2008 | kategori: DAERAH | No Comments »

Sumenep-Sekilas Indonesia- Pelabuhan Penyebrangan Kalaianget-Kangean diserbu penumpang,Penumpang yang ingin menyebrang kepulau kangean sejak pukul 11.00 WIb Jumat dinihari memadati pelabuhan.

( Baca Selengkapnya )

Parlemen Asia Kecam Serangan Teroris di Mumbai

Friday, November 28th, 2008 | kategori: INTERNASIONAL | No Comments »

Jakarta-Sekilas Indonesia- Delegasi 30 negara yang mengikuti Sidang Umum ke-3 Majelis Parlemen Asia (”Asian Parliamentery Assembly”/APA) mengecam keras aksi teroris di Mumbai, India, yang menewaskan lebih 100 orang dan menciderai lebih dari 300 orang.

( Baca Selengkapnya )

Kubu Kar-Sa Serahkan ke Proses Hukum

Friday, November 28th, 2008 | kategori: POLITIK | No Comments »

Jakarta-Sekilas Indonesia- Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Kar-Sa)menyerahkan sepenuhnya proses hukum sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur kepada pihak yang berwenang. Tuduhan adanya kecurangan maupun pelanggaran biar dibuktikan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

( Baca Selengkapnya )

Presiden Bungkam Saat Ditanya soal Besannya

Friday, November 28th, 2008 | kategori: HUKUM | No Comments »

Jakarta-Sekilas Indonesia- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak berkomentar terkait penahanan besannya, Aulia Pohan, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis 27 November 2008.

( Baca Selengkapnya )

Jalan Akses Suramadu di Perkirakan Tuntas Akhir Tahun

Friday, November 28th, 2008 | kategori: INTERNASIONAL | No Comments »

Surabaya-Sekilas Indonesia- Proses pembebasan lahan untuk jalan akses menuju Jembatan Nasional Surabaya-Madura (Suramadu) dengan menggunakan sistem konsinyasi, diharapkan tuntas pada akhir 2008.

( Baca Selengkapnya )

Yusril Menilai Pemeriksaannya sebagai Upaya Penjegalan,Untuk Capres Pemilu Akan Datang

Thursday, November 27th, 2008 | kategori: POLITIK | No Comments »

Yogyakarta-Sekilas Indonesia- Mantan Menteri Hukum dan hak Azasi Manusia (Menkumham) Yusril Ihza Mahendra menilai pemeriksaan terhadap dirinya dalam kasus dugaan korupsi Sismibakum bernuansa politis dalam upaya menjegal dirinya.

( Baca Selengkapnya )

KPK Akhirnya Tahan Aulia Pohan,Tersangka Dugaan Korupsi Dalam Aliran Dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia

Thursday, November 27th, 2008 | kategori: HUKUM, Uncategorized | No Comments »

Jakarta-Sekilas Indonesia- Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan, Kamis, ditahan oleh Komisi Peberantasan Korupsi (KPK).

( Baca Selengkapnya )

Satu Orang Tewas Akibat Banjir

Thursday, November 27th, 2008 | kategori: Uncategorized | No Comments »

Palembang-Sekilas Indonesia- Banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sejak Rabu (26/11) mengakibatkan satu orang tewas.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com