« Previous Entries

Arsip bulan February, 2009

Beberapa Mahasiswi Aktif Diduga Terlibat Dalam Jaringan Prostitusi Terselubung,Karena Tekanan Ekonomi

Saturday, February 28th, 2009 | kategori: KRIMINAL | No Comments »

SERANG-SEKILAS INDONESIA- Puluhan siswi dan mahasiswi aktif diduga terlibat dalam jaringan prostitusi terselubung di Provinsi Banten. Umumnya kegiatan itu tidak diketahui orangtua karena mereka melakukan perbuatan asusila itu pukul 15.00-21.00. Pelanggannya bukan hanya masyarakat umum, tetapi juga kalangan pejabat.

( Baca Selengkapnya )

Polisi Amankan 10 Kontainer Berisi Hanphon Celluler,Dipelabuhan Tanjung Priuk

Saturday, February 28th, 2009 | kategori: KRIMINAL | No Comments »

JAKARTA-SEKILAS INDONESIA- Sebanyak 10 kontainer ukuran 20 feet berisi telepon selular senilai puluhan miliaran  rupiah ditangkap di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (27/2). Penangkapan dilakukan oleh Bareskrim Polri dan Polres KP3 di dalam areal Pelabuhan Tanjung Priok.

( Baca Selengkapnya )

Penggunaan Nama Buddha Dilarang Oleh Kalangan Ummat Buddhis

Saturday, February 28th, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

JAKARTA-SEKILAS INDONESIA- Kehadiran Buddha Bar diindonesia,yang sudah beroperasi beberapa bulan,dapat kecaman dari ummat Buddhis,beberapa Ormas merasa prihatin terhadap Bar Buddha,seperti Partai Damai Sejahtera menyatakan menolak keras Buddha Bar,beroperasi di Indonesia.

( Baca Selengkapnya )

Polsek Johar Baru Tetapkan Lima Tersangka Kasus Klinik Aborsi

Friday, February 27th, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

JAKARTA-SEKILAS INDONESIA- Penyidik Polsek Metro Johar Baru, Jakarta Pusat telah menetapkan lima tersangka kasus klinik aborsi di jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat yang digerebek polisi pada Kamis (26/2).

( Baca Selengkapnya )

Samsat Kota Depok Waspadai Penggunaan KTP Palsu

Friday, February 27th, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

DEPOK-SEKILAS INDONESIA-  Sistem Administrasi Manunggal di bawah Satu Atap (Samsat) Kota Depok mewaspadai penggunaan KTP palsu dalam melakukan proses pengajuan perpanjangan dan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

( Baca Selengkapnya )

UU Parpol Memberi Keleluasaan Parpol Untuk Korup Ketika Berkuasa

Friday, February 27th, 2009 | kategori: POLITIK | No Comments »

JAKARTA-SEKILAS INDONESIA- Indonesian Corruption Watch (ICW) mencatat sejumlah kelemahan dalam UU Parpol yang memberikan keleluasaan bagi parpol untuk makin korup ketika berkuasa, seperti pengaturan subsidi negara, transparansi dan pertanggungjawaban hasil audit keuangan parpol kepada publik.

( Baca Selengkapnya )

Juara Dunia Kelas Bulu WBA Chris John,Siap Hadapi Rocky Juarez

Friday, February 27th, 2009 | kategori: OLAH RAGA | No Comments »

SEMARANG-SEKILAS INDONESIA- Juara dunia kelas bulu WBA, Chris John sudah siap untuk mempertahankan gelarnya melawan petinju tuan rumah, Rocky Juarez di Toyota Center, Houston, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (28/2) puku tujuh malam waktu setempat.

( Baca Selengkapnya )

Pulau Kangean (Sumenep) Dan Sekitarnya Perlua Fasilitas Jaringan Internet Yang Memadai

Thursday, February 26th, 2009 | kategori: DAERAH | No Comments »

SUMENEP-SEKILAS INDONESIA-Masyarakat Yang tinggal dikepulauan kangean (Sumenep) merasa kesulitan mendapatkan informasi melalui media internet,Padahal masyarakat kepulauan kangean dan sekitarnya,sudah memahami informasi melalui internet,namun sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran informasi melalui media internet terkendala,akibat jaringan internet kurang memadai.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com