« Previous Entries

Arsip bulan March, 2009

Massa Minta Prabowo Terus Berorasi Dijawa tengah,Hari ini Gerindra Goyang Senayan

Tuesday, March 31st, 2009 | kategori: POLITIK | No Comments »

SEKILAS INDONESIA-Gelora Bung Karno, Senayan, akan dipenuhi massa dari Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra. Dalam kampanye akbar terbuka terakhir di Jakarta ini, Gerindra akan menghadirkan sejumlah artis Ibu Kota.

( Baca Selengkapnya )

Uji Materi Dikabulkan, Lembaga Survei Tak Akan Gugat KPU

Tuesday, March 31st, 2009 | kategori: HUKUM, POLITIK | No Comments »

SEKILAS INDONESIA Lembaga Survei tidak akan menggugat balik Komisi Pemilihan Umum terkait dikabulkannya permohonan uji materi terhadap Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Senin 29 Maret kemarin.

( Baca Selengkapnya )

KPU Serahkan Putusan Pemberian Sanksi Sesuai Aturan Undang-undang

Tuesday, March 31st, 2009 | kategori: HUKUM, POLITIK | No Comments »

SEKILAS INDONESIA- Komisi Pemilihan Umum memutuskan untuk mengembalikan putusan pemberian sanksi pada KPU setempat, tergantung di tingkat mana parpol tersebut bermasalah. KPU segera mengeluarkan surat edaran terkait kebijakan tersebut.

( Baca Selengkapnya )

PU Harus Minta Maaf Terhadap Korban Tragedi Situ Gintung

Tuesday, March 31st, 2009 | kategori: PERISTIWA | No Comments »

SEKILAS INDONESIA- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) berpendapat akan lebih baik bila Departemen Pekerjaan Umum (DPU) meminta maaf kepada korban setelah mengaku bertanggung jawab terhadap tragedi jebolnya Situ Gintung.

( Baca Selengkapnya )

DPD RI Minta Pemerintah Lakukan Penyelidikan,Jebolnya Tanggul Situ Gintung

Friday, March 27th, 2009 | kategori: DAERAH | No Comments »

SEKILAS INDONESIA- Seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) berduka cita atas musibah yang menimpa masyarakat di sekitar tanggul Situ Gintung, Desa Cirendeu, Kabupaten Tangerang, yang menelan korban cukup  besar.

( Baca Selengkapnya )

Polda Metro Diterjang Puting Beliung,Puting Beliung Dicilangkap Robohkan Pohon,Sehingga Lalin Terganggu

Friday, March 27th, 2009 | kategori: PERISTIWA | No Comments »

SEKILAS INDONESIA-Angin Puting beliung ngamuk, pohon dijalan setu Cilangkap Jaktim Roboh akibat terjangan angin puting beliung,akibat pohon yang tumbang tersebut arus lalulintas terganggu,hingga berita ini diturunkan beberapa warga dan aparat sedang berusaha menyingkirkan pohon tersebut

( Baca Selengkapnya )

Dana Pengamanan Pemilu Ditambah Rp 150 Miliar,Namun Angkanya sangat Minim

Friday, March 27th, 2009 | kategori: EKONOMI, KEAMANAN | No Comments »

SEKILAS INDONESIA - Rapat koordinasi penyelenggara Pemilu dan pemerintah menghasilkan kesepakatan menambah dana pengamanan Pemilu. Namun jumlah penambahan ini di bawah yang diharapkan Tentara Nasional Indonesia.

( Baca Selengkapnya )

Panglima TNI kerahkan Kostrad, Kopassus dan Marinir

Friday, March 27th, 2009 | kategori: INTERNASIONAL, KEAMANAN | No Comments »

SEKILAS INDONESIA- Panglima Tentara Nasional Indonesia, Djoko Santoso, memerintahkan pasukan cadangan membantu rehabilitasi lokasi yang rusak akibat tanggul Situ Gintung yang jebol. Koordinasinya diserahkan pada Panglima Komando Daerah Militer Jakarta Raya.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com