« Nasib Calon Guru Terbengkalai Akibat,Persaratan Yang Memeliliki Sertifikat Yang di Proleh dari Sekolah || Gubernur Sumsel Minta wartawan Kawal Pembangunan Didaerahnya »

3 Korban KM Rimba Tewas Terjebak di Kamar Mesin Ketiga Jenazah Ditemukan Pukul 14.00 WIB

March 10, 2009

JAKARTA -SEKILAS INDONESIA - Tim search and resque (SAR) gabungan saat ini sedang melakukan evakuasi terhadap tiga jenazah korban kapal tabrakan KM Rimba Tiga, yang ditemukan di ruang mesin atau ruang terakhir yang belum berhasil ditelusuri tim SAR.

Ketiga jenazah ditemukan pukul 14.00 WIB di ruang mesin. Kami sedang berupaya mengevakuasi untuk melakukan identifikasi korban,” ungkap Kepala Basarnas DKI Jakarta Dadang Arkoni di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/3/2009).

Memasuki hari keenam pencarian korban, tim memaksimalkan pencarian dengan menerjunkan sebanyak 100 personel. Mereka secara bergantian melakukan penyisiran di ruang mesin sebanyak 25 kelompok dengan masing-masing empat penyelam.

“Satu kelompok maksimal melakukan penyelaman 30-40 menit. Dengan fokus di kamar mesin,” ujar Dadang.

Dadang menambahkan, para penyelam terkendala dengan tumpahan oli dan barang-barang yang terdapat di ruang mesin. “Jarak pandang penyelam berkisar 20-30 sentimeter, sedangkan ruangan cukup besar,” jelasnya.

Dengan ditemukannya ketiga korban, masih tersisa empat korban lainnya yang belum ditemukan.

Menurut Kepala Administrator Tanjung Priok, Kapten Bobby R Mamahit, keempat korban tersebut diperkirakan berada di ruang mesin.

“Melihat dari kondisi di lapangan, keempat korban yang belum ditemukan diduga terdapat di ruang tersebut (ruang mesin),” katanya.

Lokasi ruang mesin yang terletak di lantai paling bawah kapal, lanjutnya, menyulitkan proses evakuasi. Namun begitu, dia bertekad untuk menyelesaikan semuanya sebelum hari ketujuh pencarian yaitu besok.(lsi)
(ok/Asnari)


ditulis pada Tuesday, March 10th, 2009 waktu 4:11 pm kategori : PERISTIWA. RSS 2.0 komentar

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar

RSS feed untuk berita ini TrackBack URI

Silakan Mengisi Komentar

Spam protection by WP Captcha-Free

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com