Tergelincirnya Lion Air Masuk Kategori Kecelakaan, Evakuasi Hingga Pukul 24
March 9, 2009
JAKARTA-SEKILAS INDONESIA- Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi mengkategorikan peristiwa tergelincirnya pesawat Lion Air jenis Boeing 737 seri 900 pada Senin sekitar pukul 15.43 WIB di Bandara Soekarno-Hatta sebagai kecelakaan. “Itu termasuk accident (kecelakaan) karena struktur pesawat rusak,katanya, di Jakarta, Senin (9/3).
Ia mengatakan, KNKT telah mengirim empat orang investigator ke lokasi kejadian tergelincirnya pesawat yakni Frans Wenas, Nurcahyo, Sulaiman, dan Tumenggung untuk mendata dan memulai penyelidikan atas kecelakaan tersebut. “Saat ini mereka sedang memotret dan mendata, belum tahu kapan selesai,” katanya.
Tatang belum dapat memperkirakan sampai kapan proses pendataan dan penyelidikan ini selesai. Setelah pendataan dan penyelidikan tuntas, pesawat akan dievakuasi dari lokasi.
Mengenai penyebab kecelakaan, Tatang belum berani menduga hingga ada hasil investigasi dari tim KNKT yang telah diturunkan ke lapangan.
Pesawat Lion Air dilaporkan tergelincir ketika mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Pesawat dengan nomor penerbangan JT-937 tujuan Makassar-Jakarta ini tampak masih berada di rerumputan landas pacu.
Saat pesawat berpenumpang 168 orang itu mendarat, kondisi cuaca dalam keadaan hujan. Tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.
Sementara evakuasi pesawat Boeing 737-900 milik maskapai penerbangan Lion Air yang tergelincir saat hendak mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Senin (9/3) petang, kemungkinan baru bisa selesai pada pukul 24.00 WIB.
Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Daryanto yang dihubungi melalui telepon seluler mengatakan, pihaknya sedang berusaha mengembalikan pesawat ke landasan pacu. Diperkirakan proses ini berlangsung hingga pukul 24.00 WIB. “Namun penerbangan masih normal karena runway utara masih bisa digunakan,” ujarnya.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.03 WIB berlangsung saat hujan lebat menyelimuti bandara. Diduga akibat cuaca buruk pilot Captain Ratiman tak mampu mengendalikan pesawatnya saat proses pendaratan. Akibatnya, pesawat bernomor registrasi PK-LIL keluar dari landasan pacu (runway) selatan dengan kondisi landing gear depan dan sayap kiri patah. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan pesawat yang mengangkut 164 penumpang itu. Namun, runway terpaksa ditutup menunggu proses evakuasi selesai dilaksanakan.
Sementara itu Kepala Pusat Informasi Departemen Perhubungan Bambang Ervan menyebutkan, insiden tergelincirnya pesawat Lion Air bernomor itu terjadi saat hujan lebat, berangin, dan jarak pandang 1.000 meter. Akibat insiden tersebut landing gear depan dan sayap kiri pesawat patah. “Untungnya semua penumpang selamat dan telah dievakuasi,” ujarnya. Hingga kini pemerintah tengah mengadakan penyelidikan mengenai penyebab insiden itu.
Menurut Juru Bicara Lion Air Edward Sirait, pesawat berpenumpang 158 orang ditambah 6 orang crew itu menjalani penerbangan dari Makassar menuju Jakarta. Pesawat berangkat dari Makassar sekitar pukul 14.35 WITA. “Hingga kini kita sedang mencari tahu penyebabnya,” ujarnya. (MI/Atr/Tam)
ditulis pada Monday, March 9th, 2009 waktu 10:23 pm kategori : PERISTIWA. RSS 2.0 komentar
Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar
RSS feed untuk berita ini TrackBack URI