« Previous Entries

Arsip bulan June, 2009

Ibu dan Anak Tewas Terpanggang

Tuesday, June 30th, 2009 | kategori: PERISTIWA | No Comments »

sekilasindonesia.com - Siti Rohma, 28, dan anaknya yang masih berusia 4 tahun, Yanti, tewas mengenaskan dengan tubuh gosong saat kios bensin eceren milik Rohma terbakar, Selasa (30/6) pagi. Jasad keduanya ditemukan dalam posisi berpelukan.

( Baca Selengkapnya )

Janji Perubahan Masih Sekedar janji Kampanye

Tuesday, June 30th, 2009 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com - Tiga pasangan capres-cawapres yang bertarung dalam pemilu presiden kali ini belum ada yang menawarkan agenda perubahan dalam visi dan misi mereka. Kalaupun ada salah satu pasangan yang menawarkan agenda perubahan, hal itu masih bersifat abstrak, dan terkesan sebagai janji pemanis kampanye belaka.

( Baca Selengkapnya )

Hasil Autopsi Michael Jackson Bohong

Tuesday, June 30th, 2009 | kategori: SELEBRITIS | No Comments »

sekilasindonesia.com - Hasil autopsi Michael Jackson yang kemarin dirilis The Sun, dituding palsu. Petugas pemeriksa kematian dari Los Angeles menyatakan, hasil autopsi demikian tidak pernah dirilis pihaknya.

( Baca Selengkapnya )

Rekanan Depnakertrans Divonis 2,5 Tahun Penjara

Tuesday, June 30th, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

sekilasindonesia.com -  Direktur CV Dareta Erry Fuad divonis dua tahun enam bulan penjara dalam kasus korupsi proyek Pengembangan Sistem Pelatihan dan Pemagangan serta proyek Peningkatan Fasilitas Mesin dan Peralatan Pelatihan Sebagai Tempat Uji Kompetensi pada 2004-2005 di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans).

( Baca Selengkapnya )

HUT Bhayangkara Polri, 1.976 Personel Polda Metro Jaya Naik Pangkat

Tuesday, June 30th, 2009 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com -  Pada Hari Bhayangkara ke-63 1 Juli besok, sebanyak 1.976 personel Polda Metro Jaya mendapat kenaikan pangkat.Demikian informasi yang diperoleh wartawan, Selasa (30/6).

( Baca Selengkapnya )

Tim Kampanye Mega-Pro Minta Maaf Jika Lalulintas Terganggu

Tuesday, June 30th, 2009 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com - Pasangan capres dan cawapres dengan nomor urut 1: Hj Megawati Soekarnoputri dan H Prabowo Subianto hari ini, Selasa (30/6), menggelar kampanye akbar di Gelora Bung Karno, dengan melibatkan massa dalam jumlah besar.

( Baca Selengkapnya )

DPD RI Layangkan Surat Terhadap DPR, Desak RUU Tipikor Diselesaikan

Monday, June 29th, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

sekilasindonesia.com - Dalam konfrensi Pers di Jakarta,anggota DPD RI Marwan Batubatra, meminta DPR dapat menyelesaikan RUU Tipikor, Paling lambat pada Desember 2009, dan disahkan menjadi undang-undang, oleh DPR masa bhakti 2004-2009.

( Baca Selengkapnya )

Kampanye SBY-Boediono, Kader Demokrat Dipecat Setelah Pukul Wartawan

Monday, June 29th, 2009 | kategori: KRIMINAL | No Comments »

sekilasindonesia.com – Anggota DPP Partai Demokrat Papua yang terbukti memukul wartawan Sinar Harapan, akhirnya dipecat dari keanggotan tim kampanye daerah pasangan kandidat presiden dan wakil presiden, SBY dan Boediono.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com