« Previous Entries

Arsip bulan August, 2009

Penyusunan Kabinet SBY-Boediono 2009-2014, SBY Tak Mau Tersandera Kontrak Politik”

Monday, August 31st, 2009 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan terpengaruh dengan tekanan politik untuk menentukan menteri pada kabinet 2009-2014.

( Baca Selengkapnya )

TNI Tambah 600 Prajurit Amankan Freeport

Monday, August 31st, 2009 | kategori: Uncategorized | No Comments »

sekilasindonesia.com - Mulai dua September 2009 mendatang, TNI AD akan menambah sedikitnya 600 prajurit untuk diperbantukan mengamankan areal kerja PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Timika, Papua.

( Baca Selengkapnya )

Produksi Telat, DPR Minta Operator Blok Cepu Ditindak

Monday, August 31st, 2009 | kategori: EKONOMI | No Comments »

sekilasindonesia.com - Komisi VII DPR minta pemerintah menindak tegas operator Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan ExxonMobil Oil Indonesia atas keterlambatan produksi minyak blok tersebut.

( Baca Selengkapnya )

Duduki Bandara Sentani karena Tuntut Ganti Rugi Tanah, Warga Akan Dikenakan Sangsi Hukum

Monday, August 31st, 2009 | kategori: DAERAH | No Comments »

sekilasindonesia.com- Warga menduduki Bandara Sentani karena belum mendapatkan ganti rugi tanahnya yang akan digunakan untuk memperpanjang landasan pacu bandara itu. Akibatnya, pesawat-pesawat yang tiba di Papua tidak bisa mendarat di bandara.

( Baca Selengkapnya )

Alasan Kapolri Tetapkan Jibril Sebagai DPO

Friday, August 28th, 2009 | kategori: KEAMANAN | No Comments »

sekilasindonesia.com - Keluarga mempertanyakan penetapan status DPO atau Daftar Pencarian Orang kepada Mohammad Jibril. Menurut Polri, penetapan status buron itu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pria yang juga memiliki nama Ricky Ardhan.

( Baca Selengkapnya )

Pulau Sitabok Sumenep Diduga Dijual, Gubernur Jatim Akan Lapor Menteri

Friday, August 28th, 2009 | kategori: DAERAH | No Comments »

Dibawah ini gambar Pulau sapeken
sekilasindonesia.com — Kemelut isu jual beli pulau juga terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pulau Sitabok diduga akan dijual senilai Rp 3 miliar. Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Timur akan melapor ke Menteri Dalam Negeri serta Menteri Kelautan dan Perikanan.

( Baca Selengkapnya )

Phillip Garrido Pemerkosa Anak Dibawah umur Ternyata Penganut Aliran Nyeleneh

Friday, August 28th, 2009 | kategori: INTERNASIONAL | No Comments »

sekilasindonesia.com-Phillip Garrido (58), tersangka penyekap dan pemerkosa seorang gadis California, AS selama 18 tahun dilaporkan menganut aliran keagamaan nyeleneh.

( Baca Selengkapnya )

Habis Buka, Pensiunan PNS Buka-Bukaan di Hotel

Friday, August 28th, 2009 | kategori: KESEHATAN | No Comments »

sekilasindonesia.com - Suryadi, 56, PNS yang bertugas di kantor Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, tertangkap basah Satpol PP saat berada sekamar dengan Ernasari, 30, warga Kandangan, di Hotel Dewi Banowati, depan terminal Pare, Rabu (26/8) malam.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com