« Previous Entries

Arsip bulan September, 2009

Puan Maharani Siap Jalankan Amanah, Sebagai Wakil Rakyat

Wednesday, September 30th, 2009 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com - Puan Maharani yang lolos ke parlemen siap melaksanakan amanat rakyat sebaik-baiknya demi bangsa dan negara. Dia juga bersyukur atas segala perjuangannya sehingga bisa menginjakan kaki di Senayan.

( Baca Selengkapnya )

Tommy Soeharto Kumpulkan DPD Golkar Dari Berbagai Daerah

Wednesday, September 30th, 2009 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com - Kandidat Ketua Umum DPD Partai Golkar Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) mengumpulkan para pengurus DPD Golkar dari berbagai daerah di Indonesia di Jakarta, Rabu (30/9).

( Baca Selengkapnya )

Mahfud: MK Tidak Memihak Polri Ataupun KPK

Wednesday, September 30th, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

sekilasindonesia.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan, MK tidak akan terjebak dalam perseteruan antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MK akan bersikap netral menanggapi konflik tersebut.

( Baca Selengkapnya )

Tokoh Agama Minta Presiden Perkuat KPK

Wednesday, September 30th, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

sekilasindonesia.com - Dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengalir. Kali ini giliran sejumlah tokoh lintas agama mendukung keberadaan komisi antikorupsi tersebut. Bahkan, mereka meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menggunakan kekuasaannya untuk melemahkan KPK.

( Baca Selengkapnya )

Ditemukan Planet Baru yang Bisa Ditempati

Tuesday, September 29th, 2009 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com - PARA astronom menyatakan bahwa mereka akhirnya menemukan suatu tempat baru di luar tata surya yang dapat ditinggali oleh manusia. Hanya, saat ini, alam di tempat baru tersebut sangatlah keras, termasuk suhunya yang sangat panas.

( Baca Selengkapnya )

Pengadilan Manohara di Malaysia Buntu

Tuesday, September 29th, 2009 | kategori: SELEBRITIS | No Comments »

sekilasindonesia.com - Kasus Manohara di Pengadilan Negeri Agama Kota Bharu, negara bagian Kelantan, Malaysia mengalami kebuntuan karena tuntutan Tengku Fakhry Ismail Petra agar gadis model itu kembali ke pangkuan suami dan mengembalikan utang 1,1 juta ringgit atau sekitar Rp3 miliar tidak ditanggapi serius.

( Baca Selengkapnya )

KPU Buat Kuliah Umum untuk Anggota DPR Yang Baru Terpilih

Tuesday, September 29th, 2009 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com - Waktu panjang jelang pelantikan calon anggota terpilih DPR, DPD, dan MPR masa bakti 2009-2014 membuat KPU mengagendakan kuliah umum untuk mengisi waktu. Acara bertajuk stadium general tersebut juga dilakukan untuk menambah ilmu para anggota baru.

( Baca Selengkapnya )

Komisi III DPR UU Tipikor Perkuat KPK

Tuesday, September 29th, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

sekilasindonesia.com - Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun dari Fraksi PDI Perjuangan, menegaskan, tidak ada substansi pelemahan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com