Pelabuhan Kapal Pesiar Butuh Tambahan Rp20 Miliar
September 7, 2009
sekilasindonesia.com- Pembangunan pelabuhan khusus kapal pesiar di Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem, daerah ujung timur Pulau Bali masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp20 miliar, kata seorang pejabat di Pemerintah Provinsi Bali.
“Dana tambahan tersebut diperlukan untuk kelengkapan dan fasilitas kelembagaan yang akan mengelola pelabuhan tersebut,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali Ida Bagus Made Parsa di Denpasar, Senin (7/9).
Ia mengatakan, dana tersebut diharapkan bisa dipenuhi secara patungan antara pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Bali tahun 2010. “Untuk itu Pemerintah Provinsi Bali akan mengalokasikan dana sebesar Rp11 miliar dalam APBD Bali 2010,” ujar Ida Bagus Parsa.
Ia mengharapkan, sisa kekurangannya dapat dipenuhi oleh pemerintah pusat melalui Departemen Perhubungan, sehingga pelabuhan bertaraf internasional tersebut dapat segera dirampungkan, sekaligus beroperasi.
“Sebenarnya kami harapkan tahun ini bisa rampung, namun terpaksa mundur setahun karena kekurangan dana,” tutur Ida Bagus Parsa.
Menurut dia, pelabuhan kapal pesiar yang dibangun secara bertahap itu hingga 2009 telah menelan dana sekitar Rp92 miliar. Pemkab Karangasem menyediakan lokasi pembangunan, Pemprov Bali Rp22 miliar dan pemerintah pusat Rp70 miliar.
“Pelabuhan khusus kapal wisata itu mempunyai arti penting bagi kepariwisataan di Pulau Dewata,” katanya.
Ia menjelaskan, pelabuhan dengan kedalaman laut 18 meter itu sanggup disinggahi kapal pesiar ukuran besar, yang sekaligus bisa merapat dua kapal besar, masing-masing berkapasitas 1.700 orang.
Pelabuhan khusus kapal wisata tersebut dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Pelabuhan kapal wisata ini berada di atas lahan seluas 3,5 hektare, dengan total landasan sepanjang 180 meter kali 12 meter.
Adanya fasilitas pelabuhan khusus kapal wisata itu, menurut dia, diharapkan kapal-kapal wisata yang berlayar dari satu negara ke negara lainnya yang selama ini melewati perairan Indonesia dapat singgah ke Bali.
“Singapura setiap tahunnya disinggahi sedikitnya 300 kapal pesiar, masing-masing mengangkut 1.500 hingga 2.000 wisatawan setiap kapal,” katanya.
Tersedianya fasilitas pelabuhan khusus untuk kapal pesiar itu, kata dia, diharapkan ‘hotel berlayar’ dari Singapura menyempatkan diri berlibur ke Bali, sebelum melanjutkan pelayaran ke negara lain.
“Jika separuh dari 300 kapal pesiar yang selama ini menyinggahi Singapura bisa merapat ke Bali akan dapat meningkatkan kunjungan wisman, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Bali dan masyarakatnya,” harap Ida Bagus Parsa. (Ant/MI/Tammo)
ditulis pada Monday, September 7th, 2009 waktu 2:31 pm kategori : WISATA. RSS 2.0 komentar
Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar
RSS feed untuk berita ini TrackBack URI