« Previous Entries

Arsip bulan October, 2009

Patrialis Akbar akan Permuda Pengurusan Pembuatan Ijin PT Dan Akte, Namun harus Penuhi Prosudur

Friday, October 30th, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

sekilasindonesia.com - Menkum HAM Patrialis Akbar akan memperkenalkan program-program baru Depkum HAM. Salah satu program tersebut yakni akan mengurangi sistem birokrasi untuk pembuatan perusahaan terbatas (PT).

( Baca Selengkapnya )

pria Somalia Umur 112 Tahun Nikahi ABG

Friday, October 30th, 2009 | kategori: INTERNASIONAL | No Comments »

( Baca Selengkapnya )

Partai Islam Di Malaysia Sarankan Laki-Laki yang Punya istri Bisa Rangkap Menikahi Janda

Friday, October 30th, 2009 | kategori: INTERNASIONAL | No Comments »

sekilasindonesia.com- Sebuah partai Islam di Malaysia meminta para pria Muslim untuk menikahi ibu-ibu tunggal sebagai istri tambahan, ketimbang memilih gadis-gadis muda yang masih perawan.

( Baca Selengkapnya )

Menhuk dan HAM: Tak Mungkin Ada RI 1 Dalam Rekaman

Thursday, October 29th, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

sekilasindonesia.com — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak mungkin terlibat dalam upaya dugaan kriminalisasi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

( Baca Selengkapnya )

Indonesia-Malaysia Akan Bahas Meninggalnya TKI Munti

Thursday, October 29th, 2009 | kategori: INTERNASIONAL | No Comments »

sekilasindonesia.com- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar akan melakukan pertemuan dengan pemerintah Malaysia terkait meninggalnya Tenaga Kerja Indonesia TKI) Munti Binti Bani akibat disiksa majikannya.

( Baca Selengkapnya )

Program 100 Hari Kabinet,Menneg BUMN Ajak Menhub Inspeksi Bandara

Thursday, October 29th, 2009 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com- Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengajak intansi terkait melakukan inspeksi kondisi bandara secara bersamaan.

( Baca Selengkapnya )

TKI Asal Surabaya di Malaysia Mati Karena Disiksa

Monday, October 26th, 2009 | kategori: INTERNASIONAL | No Comments »

sekilasindonesia.com– Kisah tragis penyiksaan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia belum berakhir. Baru-baru ini seorang pembantu rumah tangga asal Surabaya meninggal di rumah sakit akibat penyiksaan majikan. Demikian laporan Strait Times, Senin 26 Oktober 2009.

( Baca Selengkapnya )

Kapolda PapuaTidak Melarang Wartawan Naik Cartensz Pyramid

Monday, October 26th, 2009 | kategori: DAERAH | No Comments »

sekilasindonesia.com — Kapolda Papua Inspektur Jenderal Bagus Ekodanto, Senin (26/10) di Kota Jayapura, menegaskan bahwa dia tidak melarang wartawan untuk naik ke Puncak Cartensz Pyramid. Namun, ia mengakui bahwa pihaknya tidak menjamin keamanan selama perjalanan karena daerah yang dilalui, jalur logistik Freeport Timika, masih rawan penembakan.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com