« Previous Entries

Arsip bulan December, 2009

Mendagri Bujuk Gubernur Hilangkan Pilgub

Monday, December 21st, 2009 | kategori: INTERNASIONAL | No Comments »

sekilasindonesia.com - Proses pemilihan gubernur akan dikembalikan kepada sistem lama, yakni dipilih oleh dewan. Tidak lagi langsung oleh rakyat.

( Baca Selengkapnya )

KY Panggil Ulang Hakim Agung Djoko Sarwoko

Monday, December 21st, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

sekilasindonesia.com - Komisi Yudisial menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Ketua Muda Bidang Pidana Khusus Mahkamah Agung, Djoko Sarwoko. Pemanggilan kali ini merupakan panggilan yang ketiga bagi Djoko Sarwoko.

( Baca Selengkapnya )

BEM Tuntut Penuntasan Kasus Century

Monday, December 21st, 2009 | kategori: PERISTIWA | No Comments »

sekilasindonesia.com- Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia melakukan unjuk rasa di Bundaran Air Mancur, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/12/2009).

( Baca Selengkapnya )

Mendagri Akan Cabut 200 Perda

Monday, December 21st, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

sekilasindonesia.com - Setelah membatalkan 206 peraturan daerah (perda) di sejumlah daerah, Menteri dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, menegaskan akan mencabut lagi 200 perda lainnya. Pasalnya, banyak Perda yang bertentangan dengan undang-undang dan regulasi yang lebih tinggi.

( Baca Selengkapnya )

Kisruh Daftar Pemilih Tetap, Serikat Pengacara Rakyat Gugat SBY dan KPU

Monday, December 21st, 2009 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com-Kisruh soal daftar pemilih tetap masuk ke jalur hukum. FX Arief Poyuono dari Serikat Pengacara Rakyat, melayangkan gugatan kepada Komisi Pemilihan Umum dan Presiden Yudhoyono cs Menteri Dalam Negeri di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 25 Maret 2009.

( Baca Selengkapnya )

Jadwal Pilkada Sumenep Terancam Berubah

Monday, December 21st, 2009 | kategori: DAERAH | No Comments »

sekilasindonesia.com- Jadwal pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumenep, yang sebelumnya ditetapkan tanggal 14 Juni 2010, terancam akan diubah.

( Baca Selengkapnya )

Angket Century, Burhanuddin Bantah BI Tidak Tegas

Monday, December 21st, 2009 | kategori: HUKUM | No Comments »

sekilasindonesia.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah membantah jika lembaga yang pernah ia pimpin tidak tegas terhadap Bank Century.

( Baca Selengkapnya )

DPR Desak SBY Negosiasi Ulang FTA China

Thursday, December 10th, 2009 | kategori: KEAMANAN | No Comments »

sekilasindonesia.com- Komisi VI DPR meminta Presiden SBY melakukan renegosiasi ulang perjanjian kerjasama perdagangan bebas ASEAN-China (ASEAN-China Free Trade Area ) dan menunda pemberlakuan ratifikasi perjanjian tersebut.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com