« Previous Entries

Arsip bulan February, 2010

Kasus Century Yang Menimpa Dirinya Itu Risiko Hidup

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

Doa bersama sebelum Rapat Kabinet Paripurna untuk Wapres Boediono yang berulang tahun . Doa dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta. Kamis (25/2/2010) siang
sekilasindonesia.com- Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini Wakil Presiden, mengatakan, kasus Bank Century yang terkait dengan dirinya adalah risiko hidup. ”Cobaan itu bagian dari hidup. Hidup itu mengandung risiko. Kalau hidup tidak mau risiko, ya tidak usah hidup,” katanya.

( Baca Selengkapnya )

Empat Warga Cisompet Hilang Terbawa Arus

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: PERISTIWA | No Comments »

sekilasindonesia.com-Empat warga kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (26/2) malam tenggelam terbawa arus lepas Pantai Cipangkis Cibaluk, Desa/Kecamatan Cibalong. Hingga Sabtu (27/2) keempat korban belum ditemukan.

( Baca Selengkapnya )

Irak Tempatkan Lagi 20.000 Tentara Saddam

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: INTERNASIONAL | No Comments »

sekilasindonesia.com-Irak telah menempatkan kembali sekitar 20.000 tentara dari militer Saddam Huseein menurut prakarsa yang diluncurkan pada 2008, tapi para pejabat Jumat (26/2), membantah bahwa pengintegrasian kembali paling belakangan itu terkait dengan pemilihan nasional bulan depan.

( Baca Selengkapnya )

Lomba Pidato Bahasa Jepang, Hadiahnya ke Jepang

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: PERISTIWA | No Comments »

sekilasindonesia.com-The Japan Foundation Jakarta akan menggelar “Lomba Pidato Bahasa Jepang bagi Siswa SLTA Tingkat Nasional Tahun 2010″. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Manajemen Dikdasmen, Kementerian Pendidikan Nasional.

( Baca Selengkapnya )

‘Kakak’ Obama yang Tak Pernah Diaku

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: SEJARAH | No Comments »

sekilasindonesia.com-Lia Soetoro namanya sempat mencuat setelah Barack Obama memenangi pemilihan umum Amerika Serikat. Rumahnya pun langsung ramai wartawan.

( Baca Selengkapnya )

Ribuan Warga Bengkulu Tuntut Ganti Rugi PLTA

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: DAERAH, EKONOMI | No Comments »

sekilasindonesia.com-Ribuan warga dari sekitar 1.229 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, menuntut ganti rugi lahan mereka kepada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi di Kabupaten Kepahiang, karena daerahnya terendam air saat beban puncak.

( Baca Selengkapnya )

Ledakan Petasan Tewaskan 19 Orang dan 50 Orang Luka

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: INTERNASIONAL, PERISTIWA | No Comments »

sekilasindonesia.com- Satu ledakan yang disebabkan oleh petasan telah menewaskan 19 orang dan melukai 50 orang lagi di Provinsi Guangdong, China selatan, demikian keterangan pemerintah setempat, Sabtu (27/2/2010).

( Baca Selengkapnya )

Penangkapan di Koja Bukan Teroris

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: INTERNASIONAL, KEAMANAN | No Comments »

sekilasindonesia.com-Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang memastikan bahwa penangkapan di Koja, Jakarta Utara, tidak terkait dengan teroris.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com