« Previous Entries

Arsip untuk kategori 'DAERAH'

Polisi Blokade “Area Teroris” di Aceh Besar

Monday, March 8th, 2010 | kategori: DAERAH, KEAMANAN | No Comments »

senjata dan peluru yang diduga milik teroris di Padang Tiji, Pidie, Aceh
sekilasindonesia.com - Kepolisian terus melakukan operasi penangkapan gerombolan bersenjata di Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam. Hari ini, polisi menemukan satu tas ransel yang diduga milik salah satu yang diburu.

( Baca Selengkapnya )

Tanggul Jebol, 60 Rumah Terendam

Monday, March 8th, 2010 | kategori: DAERAH, PERISTIWA | No Comments »

sekilasindonesia.com - Sedikitnya 60 rumah warga tergenang air akibat jebolnya tanggul Sungai Kemit di Desa Panjatan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

( Baca Selengkapnya )

Korban Banjir di Palembang Minta Bantuan

Monday, March 1st, 2010 | kategori: DAERAH | No Comments »

sekilasindonesia.com - Warga di pinggiran Sungai Musi, Sumatra Selatan yang menjadi korban banjir, meminta bantuan pemerintah seperti obat-obatan, makanan dan perahu karet.

( Baca Selengkapnya )

Paguyuban mobil pengangkut umum (MPU) di Madura Tuntut Dapat Melintasi Jembatan Suramadu

Monday, March 1st, 2010 | kategori: DAERAH | No Comments »

sekilasindonesia.com -  Paguyuban mobil pengangkut umum (MPU) se-Madura yang mengatasnamakan diri Kompas minta Pemprov dan Dinas Perhubungan Jatim memperbolehkan mereka masuk jembatan Surabaya-Madura (Suramadu).

( Baca Selengkapnya )

Ribuan Warga Bengkulu Tuntut Ganti Rugi PLTA

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: DAERAH, EKONOMI | No Comments »

sekilasindonesia.com-Ribuan warga dari sekitar 1.229 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, menuntut ganti rugi lahan mereka kepada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi di Kabupaten Kepahiang, karena daerahnya terendam air saat beban puncak.

( Baca Selengkapnya )

Baru 19 Korban Longsor Yang Tewas Ditemukan

Thursday, February 25th, 2010 | kategori: DAERAH | No Comments »

sekilasindonesia.com-Hingga Kamis (25/2) siang, petugas gabungan pencarian korban tanah longsor kawasan perkebunan teh Dewata di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, sudah menemukan 19 jenazah.

( Baca Selengkapnya )

5 Jenazah Korban “Speedboat” Dholpin Dievakuasi

Friday, February 12th, 2010 | kategori: DAERAH, PERISTIWA | No Comments »

sekilasindonesia.com-Lima jenazah berkebangsaan China korban tenggelamnya speedboat Dolphin di perairan Aru, 27 Januari 2010, telah dievakuasi ke Jakarta menggunakan Kapal Motor (KM) BMJ Tujuh.

( Baca Selengkapnya )

Raskin Ratusan Ton Menumpuk di Gudang Kotabaru

Wednesday, February 10th, 2010 | kategori: DAERAH, EKONOMI | No Comments »

sekilasindonesia.com — Ratusan ton beras untuk rumah tangga miskin (raskin) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, masih menumpuk di gudang logistik Kotabaru dan Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com