« Previous Entries

Arsip untuk kategori 'KEAMANAN'

Polda Riau Kerahkan Densus 88 di Perbatasan

Wednesday, March 10th, 2010 | kategori: KEAMANAN | No Comments »

sekilasindonesia.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menurunkan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror ke wilayah perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya pelarian teroris dari Aceh ke provinsi itu.

( Baca Selengkapnya )

Mardigu: Dulmatin, Teroris Yang Tewas Saat Penyergapan Oleh Polisi di Pamulang

Wednesday, March 10th, 2010 | kategori: KEAMANAN | No Comments »

sekilasindonesia.com - Pengamat terorisme, Mardigu Wowiek Prasantyo, meyakini, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penyergapan polisi di Pamulang, Selasa kemarin, adalah Dulmatin.Dikatakan Mardigu, terduga Dulmatin, otak di balik aksi bom bunuh diri di Bali pada 2002, bergerak di Indonesia dengan guardian angels, seperti dr Fauzi. ”Keduanya telah saling mengenal sejak di Poso dan Ambon,” ujar Mardigu saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/3/2010) di Jakarta.

( Baca Selengkapnya )

Polisi Bekuk 19 Orang Kamplotan Teroris di Aceh

Monday, March 8th, 2010 | kategori: KEAMANAN | No Comments »

sekilasindonesia.com - Polri berhasil meringkus 19 tersangka teroris di Nangroe Aceh Darussalam. Tiga diantaranya tewas saat dilakukan penangkapan.
“Yang tertangkap 16, yang meninggal tiga,” kata Kepala Polri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Jakarta, Senin 8 Maret 2010.

( Baca Selengkapnya )

Polisi Blokade “Area Teroris” di Aceh Besar

Monday, March 8th, 2010 | kategori: DAERAH, KEAMANAN | No Comments »

senjata dan peluru yang diduga milik teroris di Padang Tiji, Pidie, Aceh
sekilasindonesia.com - Kepolisian terus melakukan operasi penangkapan gerombolan bersenjata di Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam. Hari ini, polisi menemukan satu tas ransel yang diduga milik salah satu yang diburu.

( Baca Selengkapnya )

Kepolisian Tetap Pimpin Operasi Terorisme di Aceh

Monday, March 8th, 2010 | kategori: KEAMANAN | No Comments »

Brimob dari Mabes Polri melakukan pergantian dengan pasukan Brimob sebelumnya, sebelum melakukan operasi pengepungan lanjutan terhadap kelompok radikal di kawasan hutan Desa Lam Kabeue, Aceh Besar, Jumat (5/3/2010).
sekilasindonesia.com - Kepala Polri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, operasi pemberantasan terorisme yang berlangsung di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam saat ini tetap dilakukan Kepolisian. “Tidak ada (pergantian dari Polri ke TNI),” kata Kapolri kepada para wartawan, Senin (8/3/2010) di depan Istana Negara, Jakarta.

( Baca Selengkapnya )

Rusuh, Demo Century Dipukul Mundur dari DPR, Batu Dan Bambu Dari Arah Mahasiswa Dilempar ke Arah polisi

Wednesday, March 3rd, 2010 | kategori: KEAMANAN | No Comments »

sekilasindonesia.com-Bentrokan terjai di depan gedung DPR. Bentrokan terjadi antara polisi dengan demonstran yang berasal dari gabungan mahasiswa.

( Baca Selengkapnya )

Ratusan Orang Masih Tertahan di Senayan Dihadang Polisi

Wednesday, March 3rd, 2010 | kategori: KEAMANAN | No Comments »

sekilasindonesia.com- Ratusan orang yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat, buruh dan mahasiswa, Rabu hingga pukul 14.00 WIB masih tertahan di Kawasan Senayan Jakarta dan belum bisa berunjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR Jakarta.

( Baca Selengkapnya )

Penangkapan di Koja Bukan Teroris

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: INTERNASIONAL, KEAMANAN | No Comments »

sekilasindonesia.com-Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang memastikan bahwa penangkapan di Koja, Jakarta Utara, tidak terkait dengan teroris.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com