« Previous Entries

Arsip untuk kategori 'KRIMINAL'

Gadis 15 Tahun Itu Diperkosa Tetangganya

Friday, February 19th, 2010 | kategori: KRIMINAL | No Comments »

sekilasindonesia.com-Belum tuntas, kasus Bunga–bukan nama sebenarnya, gadis berusia tujuh tahun yang diperkosa orang tak dikenal saat mengaji, pagi tadi, Jum’at (19/2/2010), seorang gadis berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA, melapor ke Poltabes Denpasar karena diperkosa tetangganya pada 5 Februari lalu.
 
Semenjak kejadian itu, Mawar–bukan nama sebenarnya–tidak mau bersekolah karena masih mengalami trauma berat. Pihak keluarga pun akhirnya berinisiatif melaporkan kejadian ini kepada Poltabes Denpasar untuk menyeret pelaku ke jalur hukum.
Korban yang tinggal di Jalan Nangka Denpasar itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar untuk menjalani visum.

( Baca Selengkapnya )

Bocah 7 Tahun Diperkosa, Seusai belajar ngaji

Thursday, February 18th, 2010 | kategori: KESEHATAN, KRIMINAL | No Comments »

Ilustrasi
sekilasindonesia.com-Nasib tragis dialami seorang bocah berusia 7 tahun asal Denpasar, Bali, yang kehilangan keperawanan di usia yang masih sangat muda akibat diperkosa oleh seseorang yang tak dikenal. Kejadian tersebut dialami Bunga, bukan nama sebenarnya, tanggal 16 Februari 2010 lalu.

( Baca Selengkapnya )

Buku dan VCD Yang Berisi Penghinaan Terhadap Islam Beredar di Sumenep

Wednesday, February 17th, 2010 | kategori: KRIMINAL | No Comments »

sekilasindonesia.com-Buku dan “video compact disk” (VCD) yang dinilai melecehkan ajaran Islam beredar di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

( Baca Selengkapnya )

Pabrik Sabun Ilegal Digerebek Polisi

Friday, February 12th, 2010 | kategori: KRIMINAL | No Comments »

sekilasindonesia.com-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggerebeg pabrik sabun ilegal di Jalan Raya Serang Km 25, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

( Baca Selengkapnya )

Kedapatan Asusila, 14 Siswa SLTP Dikeluarkan

Wednesday, February 10th, 2010 | kategori: KRIMINAL | No Comments »

sekilasindonesia.com- Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Samarinda di Kalimantan Timur mengeluarkan delapan siswa perempuan dan enam siswa laki-laki yang kedapatan berbuat asusila menjurus hubungan intim di sekolah. Mereka dikeluarkan sekitar minggu ketiga Januari 2010.

( Baca Selengkapnya )

Polres Mataram Tangkap Satpam Pembobol ATM

Tuesday, February 9th, 2010 | kategori: KRIMINAL | No Comments »

sekilasindonesia.com-Kepolisian Resor Kota Mataram meringkus seorang satpam Bank BNI bernama Suherman. Dia diduga terlibat aksi pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) BNI senilai Rp52 juta.

( Baca Selengkapnya )

Ortu Perkosa Putrinya Divonis 24 Tahun Penjara

Tuesday, January 12th, 2010 | kategori: KRIMINAL | No Comments »

sekilasindonesia.com - Sungguh bejat perbuatan ayah satu ini. Dia memperkosa putri kandungnya sejak berumur 8 tahun. Pemerkosaan itu berlangsung selama enam tahun!

( Baca Selengkapnya )

Susno Tak Mau Menduga ‘Siapa Pelaku Pengancam’

Monday, January 11th, 2010 | kategori: KRIMINAL | No Comments »

sekilasindonesia.com - Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji mendapat ancaman akan dibunuh. Susno belum mau berspekulasi dari mana ancaman itu berasal.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com