« Previous Entries

Arsip untuk kategori 'PENDIDIKAN'

Presiden Gelar Rapat di Wisma Negara

Wednesday, March 3rd, 2010 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelat rapat mendadakan di Wisma Negara, Jakarta, Rabu (3/3). Terlihat tujuh mobil terparkir di halaman Wisma Negara.

( Baca Selengkapnya )

Komisi Yudisial Buka Pendaftaran Hakim Agung Lagi

Monday, March 1st, 2010 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com-Komisi Yudisial kembali membuka pendaftaran calon hakim agung. Pendaftaran ini untuk mengisi kekosongan dua kursi Hakim Agung di Mahkamah Agung.

( Baca Selengkapnya )

Kasus Century Yang Menimpa Dirinya Itu Risiko Hidup

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

Doa bersama sebelum Rapat Kabinet Paripurna untuk Wapres Boediono yang berulang tahun . Doa dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta. Kamis (25/2/2010) siang
sekilasindonesia.com- Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini Wakil Presiden, mengatakan, kasus Bank Century yang terkait dengan dirinya adalah risiko hidup. ”Cobaan itu bagian dari hidup. Hidup itu mengandung risiko. Kalau hidup tidak mau risiko, ya tidak usah hidup,” katanya.

( Baca Selengkapnya )

Universitas Airlangga (Unair) Buka Lowongan Rektor

Saturday, February 27th, 2010 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com-Universitas Airlangga (Unair) membuka lowongan rektor untuk periode 2010-2015. Siapa pun boleh mendaftar, termasuk orang dari luar Unair sekalipun.

( Baca Selengkapnya )

Alumni Unibraw Malang Temukan Benih Padi IIRI 400

Monday, February 8th, 2010 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com-Alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) berhasil menemukan varietas lokal padi yang memiliki produktivitas atau potensi hasil panen mencapai 14 ton sampai dengan 20 ton per hektare (ha). Varietas padi nonhibrida itu bernama IIRI 400 (Indonesia Inovasi Ridho Ilahi).

( Baca Selengkapnya )

Rekaman Rapat BI 13 November, Kisah Menangisnya Siti Fadjrijah (2)

Friday, February 5th, 2010 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com-Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom terdengar marah-marah dalam rekaman hasil rapat Dewan Gubernur BI yang dilakukan pada 13 November 2008. Sedangkan Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah suaranya terdengar serak karena berbicara sambil menahan tangis.

( Baca Selengkapnya )

Rekaman Rapat BI 13 November, Kisah Menangisnya Siti Fadjrijah(1)

Friday, February 5th, 2010 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com- Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Fadjrijah tak mampu menahan air matanya. Dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 13 November 2008 terkait perubahan Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/26/PBI/2008 tentang Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek, ia merasa dipojokkan.

( Baca Selengkapnya )

Mahasiswi Asing Lego Keperawanan Lewat Online

Wednesday, February 3rd, 2010 | kategori: PENDIDIKAN | No Comments »

sekilasindonesia.com-Fenomena jual diri online tak hanya terjadi di Indonesia. Dengan dalih membayar biaya kuliah, seorang mahasiswi asal Selandia Baru melego keperawanannya di laman ineed.co.nz.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com