« Previous Entries

Arsip untuk kategori 'POLITIK'

Lima Fraksi Ngotot Voting, Dan 4 Ngotot Aklamasi

Wednesday, March 3rd, 2010 | kategori: HUKUM, POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com-Rapat lobi antar pimpinan fraksi DPR berlangsung alot. Hingga pukul 16.30 WIB, rapat belum juga rampung. Dua kelompok bersikukuh mempertahankan sikapnya. Dua kelompok ini terdiri dari lima fraksi dan empat fraksi.

( Baca Selengkapnya )

BEM SI: Partai Demokrat Punya Strategi Busuk

Wednesday, March 3rd, 2010 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com-Sikap otoriter Marzuki Alie dinilai sebagai strategi busuk Partai Demokrat. Massa mahasiswa yang menuntut penuntasan kasus korupsi Bank Century bergeser tempat.

( Baca Selengkapnya )

Tiga Pasangan Calon Bupati Sumenep Perseorangan, Serahkan Berkas Dukungan

Monday, March 1st, 2010 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com - Tiga pasangan calon perseorangan yang akan maju pada pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (pilkada) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyerahkan berkas dukungan pada anggota KPU setempat.

( Baca Selengkapnya )

Tiga Opsi Rekomendasi Pansus Century

Monday, March 1st, 2010 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com - Sehari menjelang pembacaan rekomendasi akhir Pansus Angket Kasus Bank Century, Tim Perumus menghasilkan tiga opsi sementara untuk dijadikan alternatif kesimpulan.

( Baca Selengkapnya )

SBY-Kiemas Hanya Bicara Tatib MPR

Thursday, February 25th, 2010 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com-Pimpinan MPR bertemu dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam pertemuan tersebut membicarakan mengenai tata tertib sidang Paripurna MPR.

( Baca Selengkapnya )

Menkokesra Agung Laksono Bantah Dapat Tekanan

Thursday, February 25th, 2010 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com-Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono yang berasal dari Partai Golkar mengaku tidak mendapatkan tekanan dari pemerintah terkait dengan sikap Golkar dalam Panitia Khusus Hak Angket Bank Century.

( Baca Selengkapnya )

Pansus Bank Century, PDI-P dan Golkar Tolak Intervensi

Thursday, February 18th, 2010 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com-Seluruh anggota Pansus Hak Angket Kasus Bank Century dari Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Golkar menolak segala macam bentuk intervensi, ancaman maupun tekanan oleh siapapun dan atas nama apa pun, terkait dengan upaya membongkar selugas-lugasnya kasus Bank Century.

( Baca Selengkapnya )

212 Daerah Telah Masuk Tahapan Pilkada, Untuk Mengawasi Pilkada, Bawaslu Gandeng KPK

Thursday, February 18th, 2010 | kategori: POLITIK | No Comments »

sekilasindonesia.com- Badan Pengawas Pemilu menyatakan 212 daerah telah memulai tahapan pemilihan kepala daerah. Bawaslu menekankan, perlunya segera pengawas di 212 daerah itu bekerja.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com