« Previous Entries

Arsip untuk kategori 'SELEBRITIS'

Syahrini Sambut Ciuman Anang dengan Sukacita

Monday, March 1st, 2010 | kategori: SELEBRITIS | No Comments »

sekilasindonesia.com - Duet Syahrini dan Anang sedang menjadi pembicaraan publik. Pasalnya, Anang mencium Syahrini saat keduanya berduet di atas panggung. Syahrini tak marah dan menyambut hal itu dengan sukacita.

( Baca Selengkapnya )

Vokalis Ungu , Pasha & Okie kembali Mesra Lagi

Thursday, February 25th, 2010 | kategori: SELEBRITIS | No Comments »

sekilasindonesia.com-Setelah saling berseteru hingga kasusnya masuk ke pengadilan, Pasha ‘Ungu’ dan mantan istrinya, Okie justru terlihat mesra saat merayakan ulang tahun anak mereka di Hari Valentine lalu. Pasha pun tak keberatan berbicara soal kemesraannya bersama Okie.

( Baca Selengkapnya )

Titi DJ Berburu Album ke Tukang Loak

Friday, February 12th, 2010 | kategori: SELEBRITIS | No Comments »

sekilasindonesia.com-Di album terbarunya yang bertajuk ‘Titi To Diana’, Titi DJ harus menyanyikan lagu-lagu lawas milik Diana Nasution. Titi mengaku kesulitan mencari lagu-lagu milik penyanyi senior itu. Dia pun harus berburu ke tukang loak.

( Baca Selengkapnya )

Rossa Akan Gelar Konser Rp10 M

Wednesday, February 10th, 2010 | kategori: SELEBRITIS | No Comments »

sekilasindonesia.com —Rossa sedang mempersiapkan konser tunggalnya di tahun 2010. kabarnya konser yang akan digelar pada 29 Mei bernilai Rp10 miliar. Benarkah?

( Baca Selengkapnya )

Julia Roberts Siap Telanjang di Hari Valentine

Tuesday, February 2nd, 2010 | kategori: SELEBRITIS | No Comments »

sekilasindonesia.com-Julia Roberts memiliki cara unik untuk merayakan Hari Valentine bersama suaminya, Danny Molder. Julia ingin tampil bugil demi sang suami di hari kasih sayang tersebut.

( Baca Selengkapnya )

Komisi I DPR Dukung Larangan Balibo

Wednesday, December 2nd, 2009 | kategori: SELEBRITIS | No Comments »

sekilasindonesia.com - Presenter terkenal yang kini duduk di Komisi I DPR Tantowi Yahya mendukung keputusan Lembaga Sensor Film, melarang pemutaran film Balibo. Film ini seyogyanya diputar dalam acara Jakarta Internasional Film Festival (JIFFEST) ke 11.

( Baca Selengkapnya )

Yuni Shara Jamin Tidak Intervensi Urusan KD

Monday, November 2nd, 2009 | kategori: SELEBRITIS | No Comments »

( Baca Selengkapnya )

Pantai Ditutup Demi Julia Roberts, Banyak Bule Kecewa

Wednesday, October 21st, 2009 | kategori: SELEBRITIS | No Comments »

Julia Roberts (Foto:Aboutjulia.com)
sekilasindonesia.com - Syuting film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts, Rabu (21/10/2009) ini berlokasi di pantai Padang-Padang. Demi Julia, pantai ditutup. Akibatnya, banyak turis asing kecewa.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com