« Previous Entries

Arsip untuk kategori 'Uncategorized'

Istana Bantah Terlibat Insiden Penyerangan LSM Bendera

Tuesday, February 16th, 2010 | kategori: Uncategorized | No Comments »

sekilasindonesia.com-Pihak Istana membantah tudingan aktivis Bendera yang menyatakan bahwa orang-orang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berada di balik pelaku penyerangan kantor Bendera pada hari Sabtu dini hari lalu.

( Baca Selengkapnya )

Vonis Mati Williardi, JPU Dinilai Tebang Pilih Dan Tidak Adil

Thursday, February 4th, 2010 | kategori: Uncategorized | No Comments »

sekilasindonesia.com-Kuasa hukum Williardi Wizar menyatakan jaksa penuntut umum (JPU) tebang pilih dengan memvonis kliennya dengan hukuman mati terkait kematian bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

( Baca Selengkapnya )

Kasus Bank Century, Patrialis Surati Arab Saudi & Inggris Minta Hesham-Rafat Diekstradisi

Tuesday, January 26th, 2010 | kategori: Uncategorized | No Comments »

sekilasindonesia.com - Menkum HAM Patrialis Akbar telah mengirim surat kepada Arab Saudi dan Inggris untul meminta buron tersangka kasus Bank Century, Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi, diekstradisi.

( Baca Selengkapnya )

Fasilitas Mewah untuk Artalyta, Menkumham Gelar Mutasi Besar-Besaran

Tuesday, January 12th, 2010 | kategori: Uncategorized | No Comments »

sekilasindonesia.com- Tak cukup dengan pencopotan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Menteri Hukum dan HAM Patrialis akan memutasi pejabat hingga sipir penjara di seluruh Indonesia. Ini merupakan efek domino dari fasilitas mewah bagi tahanan khusus, salah satunya Artalyta Suryani.

( Baca Selengkapnya )

Tiga Rumah di Banjarnegara Tertimbun Longsor, Tidak Ada Korban Dalam Peristiwa Tersebut

Wednesday, December 2nd, 2009 | kategori: EKONOMI, Uncategorized | No Comments »

sekilasindonesia.com - Tiga rumah di Desa Pasegeran, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah rusak berat akibat dihantam tanah longsor dari bukit yang ada di atasnya, Rabu (2/12). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 itu. Kerugian material diperkirakan Rp 50 juta.

( Baca Selengkapnya )

Suramadu International Run Kacau, Wagub Saifullah Yusuf Jatim Kecewa

Monday, November 30th, 2009 | kategori: Uncategorized | No Comments »

sekilasindonesia.com-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku kecewa dengan penyelenggaraan Suramadu International Run yang diikuti sejumlah pelari luar negeri, Minggu (29/11).

( Baca Selengkapnya )

Gadis Tunarungu Diperkosa di Sekolah

Tuesday, November 24th, 2009 | kategori: Uncategorized | No Comments »

sekilasindonesia.com - pemuda pengangguran, tega memerkosa Sukma (15), bukan nama sebenarnya, gadis tunarungu di kamar mandi Sekolah Luar Biasa (SLB) Nusa Putra, Karawaci, Kota Tangerang. Petugas Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang Kota langsung menangkap tersangka, Selasa (24/11), setelah menerima laporan dari pimpinan sekolah tersebut.

( Baca Selengkapnya )

Jaksa Agung Siap Mundur Dari Jabatannya Jika Diperintah Presiden

Monday, November 9th, 2009 | kategori: Uncategorized | No Comments »

sekilasindonesia.com -Jaksa Agung Hendarman Supandji dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (9/11) menyatakan bahwa dirinya tidak akan mundur sesuai tuntutan tokoh nasional terhadap dirinya.

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com