« Previous Entries

Arsip untuk kategori 'WISATA'

Pasangan Calon Bupati Bengkulu Ancam Akan Gugat KPU

Friday, February 12th, 2010 | kategori: POLITIK, WISATA | No Comments »

sekilasindonesia.com-Pasangan calon bupati (cabup) Bengkulu Selatan, Salahudin-Lesman Hawardi (’Saleh’), mengancam menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, bila nama mereka dicoret untuk ikut pilkada ulang pada 7 April 2010.

( Baca Selengkapnya )

Ribuan Pengunjung Padati Ancol

Monday, September 21st, 2009 | kategori: WISATA | No Comments »

sekilasindonesia.com- Lebaran kedua ini (Senin, 21/9) ribuan pengunjung penuhi lokasi wisata Ancol Taman Impian. Target Ancol Taman Impian untuk pekan Lebaran ini menurut Kiki Nugraha, GM Corporation Ancol Taman Impian, mencapai 1.1 juta pengunjung.

( Baca Selengkapnya )

Depbudpar Kaji Wisata Kota Tua di Sumenep

Thursday, September 10th, 2009 | kategori: WISATA | No Comments »

sekilasindonesia- Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) mengkaji usulan program wisata kota tua di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

( Baca Selengkapnya )

Pelabuhan Kapal Pesiar Butuh Tambahan Rp20 Miliar

Monday, September 7th, 2009 | kategori: WISATA | No Comments »

sekilasindonesia.com- Pembangunan pelabuhan khusus kapal pesiar di Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem, daerah ujung timur Pulau Bali masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp20 miliar, kata seorang pejabat di Pemerintah Provinsi Bali.

( Baca Selengkapnya )

Taman Bertema Seks Dibangun di Cina, Rencana akan Dibuka Pada Oktober 2009

Monday, May 18th, 2009 | kategori: WISATA | No Comments »

SEKILAS INDONESIA -  Cina membangun taman bertema seks pertama. Taman tersebut berfungsi untuk memberikan pendidikan seks bagi seluruh warga negeri tirai bambu tersebut.

( Baca Selengkapnya )

Arah Puncak Bogor Macet,Akibat wisatawan Domestik

Sunday, March 8th, 2009 | kategori: WISATA | No Comments »

BOGOR-SEKILAS INDONESIA- Kawasan Puncak Bogor terus menjadi primadona tujuan wisata bagi wisatawan domestik. Pada kesempatan libur panjang kali ini arus lalu lintas di jalur Puncak Bogor macet parah.

( Baca Selengkapnya )

60 Ribu Pengunjung Memadati Bonbin Surabaya

Thursday, January 1st, 2009 | kategori: WISATA | No Comments »

SURABAYA-SEKILAS INDONESIA-  Sekitar 60 ribu pengunjung memadati lokasi wisata kota, Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada saat libur Tahun Baru 2009, Kamis (1/1).

( Baca Selengkapnya )

Monas Diserbu,Ribuan Warga Berdatangan di Awal Tahun 2009

Thursday, January 1st, 2009 | kategori: WISATA | No Comments »

JAKARTA-SEKILAS INDONESIA-  Meski langit Jakarta berselimut awan hitam siang ini, namun di sekitar kawasan Monas ribuan pengunjung menyerbu Monumen Nasional itu pada hari pertama tahun 2009, Kamis (1/1).

( Baca Selengkapnya )

« Arsip Sebelumnya

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com