Pulau Kangean sumenep Potensi Dijadikan Wisata

Tammo Hidayat”"Kangean

Diutara pantai kangean tersebut,kalau sore banyak ikan lumba-lumba yang bermain,jarak dari pantai sekitar 400 meter,biasanya ikan lumba-lumba tersebut dapat dilihat sekitar jam 15 hinngga 18 sore.

Bukan hanya itu dipulau Mamburit,sekitar 500 meter sebelah barat kangean,menyimpan sejuta keindahan laut,mungkin satu-satunya pulau disumenep yang memiliki terumbuh karang yang sangat luas dan indah,namun pemda sumenep tutup mata dengan keindahan laut tersebut.

Padahal keindahan terumbu karang dipulau mamburit sudah masuk dalam daftar untuk dijadikan Taman Laut,namun hingga saat ini terbengkalai.Rencana tersebut sudah ada sejak tahun 2005.

Feri kepala bagian Tata ruang di DKP Pusat mengatakan kepada Tammo Hidayat wartawan media ini diruang kerjanya .Pulau tersebut sudah direncanakan untuk dijadikan  Taman Laut terbesar di Asia,mengingat terumbu karang yang ada dipulau tersebut sangat luas dan indah,sehingga dapat mengundang wisatawan lokan dan mancanegara.

Masih Menurut Feri,Program sudah kami buat,bahkan sudah ada buku panduannya,tinggal bagaimana daerah tingkat I dan II melaksanakannya,kata Feri.

Bukan hanya itu yang dapat mengundang wisatawan,namun ada 3 titik tempat yang menarik,seperti Goa kuning,Dahulu kala Goa tersebut tempat bertapanya seorang putri cantik (Potre Koning) yang diduga kuat ibunda Joko Tole (Raja sumenep).

Goa Petteng,Goa ini sangat menyeramkan karena Goa Tersebut sangat Gelap,namun didalam Goa tersebut sangat menarik karena ada peralatan tidur lengkap dari batu.

Air Mancur alami.didesa Daandung Air mancur tumbuh secara alami,tanpa digerakkan memakai mesin,tempat tersebut cocok untuk dikelola dijadikan perusahan air,guna memenuhi konsomsi lokal,hingga saat ini belum dikelola.Bersambung

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar

RSS feed untuk berita ini TrackBack URI

Silakan Mengisi Komentar

Spam protection by WP Captcha-Free

SAMPAIKAN TULISAN ANDA DAN INFORMASI DILINGKUNGAN ANDA MELALUI SMS KE 081386777289 EMAIL- redaksi@sekilasindonesia.com.


TK

TAUFIK KIEMAS KETUA MPR RI

irman

IRMAN GUSMAN KETUA DPD RI


baner_kanan_tengah
  • Komentar Anda

Sidang Paripurna DPR yang Alot

SIDANG Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang keputusan akhir angket kasus Century menjadi sangat ribet. Ada peraturan tentang rapat, ada formula tentang keputusan, ada opsi voting, tetapi pilihan yang tersedia itu seakan buntu. Yang membuat ribet adalah lobi yang dengan bangga dikatakan sebagai bagian vital dari perpolitikan di mana pun. Lobi yang sesungguhnya dimaksud untuk memperlancar keputusan dipakai sedemikian rupa sehingga menyumbat kesimpulan. Itu yang terjadi dua hari Sidang Paripurna DPR tentang angket Century. Mekanisme persidangan di bawah kepemimpinan Ketua DPR Marzuki Alie berjalan dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Ekstrem pertama adalah diktator palu yang harus dijatuhkan Marzuki untuk menghentikan banjir interupsi. Sidang pun dibikin supercepat sehingga selesai hanya dalam setengah hari. Ekstrem kedua, kemarin, Marzuki Alie tidak bisa mengendalikan interupsi anggota yang berlangsung hampir 2 jam. Puncaknya adalah ketika lobi memacetkan persidangan sampai jauh malam. Lobi bukannya menyehatkan, melainkan mematikan akal sehat. Sesungguhnya sidang paripurna tidak perlu menjadi ribet. Pansus telah merumuskan dua formula untuk dipilih oleh fraksi-fraksi. Dalam pandangan akhir fraksi jelas sekali terlihat bahwa fraksi yang memilih opsi C, yaitu kebijakan bailout Century terindikasi kuat bermasalah atau melanggar hukum, memenanginya. Pilihan A, yang menganggap bailout Century adalah kebijakan yang benar, kalah. Namun, aneh sekali sesuatu yang sudah jelas dan mengerucut itu harus dibawa lagi ke lobi untuk dimusyawarahkan. Menjadi semakin aneh dan tambah rumit ketika dalam forum lobi muncul lagi opsi untuk menerima bahwa opsi A dan C sama-sama benar dengan formula AC. Menggabungkan opsi A dan C yang salah dan benar menjadi benar dua-duanya mencerminkan lagi betapa sakitnya cara berpikir perpolitikan kita. Bagaimana mungkin ada opsi untuk menerima kejahatan dan kebenaran sebagai hal yang sama baiknya? Mana boleh para elite dan orang-orang terpandang di DPR tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar? Padahal mereka berteriak lantang bahwa salah satu tugas fundamental Pansus Angket Century adalah menemukan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar? Mufakat dan musyawarah akan menjadi penyumbat yang menyulitkan ketika para politikus tidak cerdas dan cekatan berkomunikasi dan berargumentasi. Musyawarah dan mufakat akhirnya kita jadikan sebagai diktator yang mengharamkan voting. Padahal voting diatur dalam undang-undang. Marzuki Alie kelihatan memikul beban berat untuk memenangkan salah satu opsi. Karena dia dari Partai Demokrat, opsi yang dibela tentu opsi A. Tetapi, yang jauh lebih konyol adalah menghadirkan opsi AC. (MI/Tam/editorial-04-03-2010)

Pasang Iklan Di sini

untuk memasang, iklan silakan kontak email kami melalui Telp:021-28727980 atau email: redaksi@sekilasindonesia.com