Haikal Hassan Raih Gelar Profesor Kehormatan, Diplomasi Halal Indonesia Mendunia

21 Jun 2026  | 129x | Ditulis oleh : Penulis
Prof Dr Haikal Hassan

Busan, Korea Selatan — Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, kembali mengukir prestasi di kancah internasional setelah menerima gelar Profesor Kehormatan atau Profesor Emeritus dari Silla University, Busan, Korea Selatan, pada pertengahan Juni 2026. Penganugerahan ini menjadi tonggak penting yang menunjukkan semakin kuatnya pengaruh Indonesia dalam pengembangan ekosistem halal global.

Penghargaan akademik bergengsi tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Haikal Hasan dalam membangun, memperluas, serta memperkuat sistem dan ekosistem halal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Perannya dinilai mampu mendorong perkembangan standar halal yang tidak hanya berfokus pada sertifikasi, tetapi juga mencakup aspek pendidikan, penelitian, dan kerja sama lintas negara.

Bagi Indonesia, pencapaian ini tentu lebih dari sekadar penghargaan pribadi. Gelar yang diterima Haikal Hassan mencerminkan meningkatnya pengakuan dunia terhadap peran Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri halal terbesar. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat global terhadap produk yang aman, higienis, berkualitas, dan dapat dipercaya, konsep halal kini berkembang menjadi standar mutu yang diterima secara luas oleh berbagai kalangan.

Ahmad Haikal Hasan, yang akrab disapa Babe Haikal, menerima penghormatan tersebut dalam rangkaian agenda akademik dan kerja sama internasional yang melibatkan Silla University bersama BIC Halal Korea. Dalam berbagai diskusi yang berlangsung, halal dipandang bukan hanya sebagai regulasi administratif, melainkan sebagai sebuah ekosistem pengetahuan yang membutuhkan dukungan riset, pendidikan tinggi, dan penguatan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Pengakuan Akademik terhadap Peran Strategis Indonesia

Pemberian gelar Profesor Kehormatan dari Silla University menjadi bukti bahwa dunia akademik internasional mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap peran Indonesia dalam pengembangan jaminan produk halal. Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan arah perkembangan industri halal global.

BPJPH sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan jaminan produk halal memegang peranan penting dalam proses tersebut. Di bawah kepemimpinan Haikal Hasan, berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat sistem halal nasional melalui peningkatan kerja sama internasional, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta pembentukan jejaring kelembagaan yang lebih luas.

Silla University menilai bahwa kontribusi Haikal Hasan dalam memperkenalkan konsep jaminan produk halal kepada masyarakat internasional menjadi salah satu alasan utama pemberian penghargaan tersebut. Ia dianggap berhasil mendorong pemahaman bahwa halal tidak terbatas pada makanan dan minuman, tetapi juga mencakup kosmetik, farmasi, jasa, hingga rantai pasok industri global.

Dalam konteks modern, label halal telah berkembang menjadi simbol kepercayaan konsumen. Produk halal tidak hanya dituntut sesuai syariat, tetapi juga harus memiliki proses produksi yang transparan, bahan baku yang dapat ditelusuri, serta memenuhi standar kebersihan dan keamanan yang tinggi.

Halal sebagai Standar Universal

Dalam pidato penerimaannya, Haikal Hassan kembali menyampaikan pesan yang selama ini menjadi visinya, yakni “Halal is for all” atau halal untuk semua.

Pesan tersebut menggambarkan bahwa halal bukan sekadar kebutuhan umat Islam. Lebih jauh lagi, halal dapat dipahami sebagai standar universal yang menjamin kualitas, keamanan, kebersihan, dan transparansi suatu produk bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.

Konsep ini semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran konsumen global terhadap kualitas produk yang mereka konsumsi. Tidak sedikit negara dengan populasi Muslim minoritas yang kini mengembangkan pasar halal karena melihat tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk berlabel halal.

Melalui gagasan tersebut, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi penghubung antara kebutuhan pasar internasional dengan standar halal yang kredibel dan dapat dipercaya.

Dari Sertifikasi Menuju Ekosistem yang Terintegrasi

Selama ini banyak orang mengidentikkan halal hanya dengan sertifikasi produk. Padahal, cakupan ekosistem halal jauh lebih luas dan kompleks.

Ekosistem halal melibatkan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, penelitian, audit, laboratorium, logistik, rantai pasok, pemasaran, hingga pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan industri halal membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan mitra internasional.

Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Haikal Hassan menunjukkan bahwa isu halal kini telah menjadi bagian dari kajian akademik global. Dengan semakin banyak perguruan tinggi yang terlibat dalam pengembangan studi halal, diharapkan lahir inovasi dan penelitian yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan.

Perguruan tinggi dapat berkontribusi dengan menyiapkan auditor halal, peneliti, analis laboratorium, konsultan industri, hingga pengembang teknologi digital yang mendukung sistem sertifikasi yang lebih efektif dan transparan.

Kolaborasi Silla University dan BIC Halal Korea

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, salah satu agenda penting yang menjadi sorotan adalah penandatanganan kerja sama antara Silla University dan BIC Halal Korea.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pendidikan, penelitian bersama, pengembangan sertifikasi halal internasional, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kerja sama semacam ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pengaruh industri halal di kawasan Asia dan dunia.

Bagi Korea Selatan, meningkatnya permintaan pasar halal membuka peluang besar bagi industri makanan, kosmetik, farmasi, hingga sektor pariwisata. Sementara bagi Indonesia, kolaborasi ini menjadi sarana untuk memperluas diplomasi halal sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu referensi utama dalam pengembangan standar halal global.

Melalui sinergi akademik dan kelembagaan tersebut, kedua pihak berpotensi mengembangkan berbagai program konkret seperti penelitian bersama, pelatihan profesional, pertukaran akademisi, hingga pengembangan model sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.

Indonesia di Tengah Persaingan Industri Halal Global

Perkembangan industri halal dunia terus menunjukkan tren positif. Seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kualitas dan keamanan produk, banyak negara mulai melihat sektor halal sebagai peluang ekonomi yang sangat menjanjikan.

Negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand, Australia, Brasil, hingga sejumlah negara Eropa kini semakin aktif mengembangkan produk dan layanan berbasis halal. Hal ini membuktikan bahwa halal telah berkembang menjadi bagian dari persaingan ekonomi global.

Dalam situasi tersebut, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar yang besar. Indonesia harus mampu tampil sebagai pemain utama, pusat pengetahuan, penyusun standar, sekaligus mitra strategis bagi negara-negara lain yang ingin mengembangkan industri halal.

Pengakuan yang diberikan kepada Haikal Hassan oleh Silla University menjadi sinyal positif bahwa kontribusi Indonesia mulai mendapat perhatian yang lebih serius di tingkat internasional.

Halal, Pendidikan, dan Penguatan SDM

Salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam pemberian gelar tersebut adalah kontribusi Haikal Hassan terhadap pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia di bidang halal.

SDM yang kompeten menjadi faktor utama keberhasilan industri halal. Regulasi yang baik tidak akan berjalan maksimal tanpa didukung tenaga ahli yang memahami audit halal, teknologi pangan, manajemen mutu, hukum, komunikasi, serta diplomasi internasional.

Karena itu, pendidikan halal perlu terus dikembangkan secara multidisipliner dengan menggabungkan ilmu agama, sains, teknologi, bisnis, dan hubungan internasional. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia dapat melahirkan generasi profesional halal yang mampu bersaing ditingkat global.

Diplomasi Halal sebagai Soft Power Indonesia

Penganugerahan Profesor Kehormatan kepada Haikal Hassan juga menunjukkan bahwa diplomasi halal telah menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.

Selain budaya dan pariwisata, halal kini dapat menjadi bentuk soft power yang efektif. Melalui pengembangan standar halal yang diakui dunia, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas kerja sama internasional, meningkatkan ekspor produk nasional, dan memperkuat daya saing berbagai sektor industri.

Jika dikelola secara optimal, diplomasi halal dapat memberikan dampak ekonomi yang besar, mulai dari peningkatan ekspor produk makanan dan minuman hingga pengembangan sektor kosmetik, farmasi, fesyen, logistik, dan pariwisata halal.

Momentum Baru bagi Industri Halal Nasional

Gelar Profesor Kehormatan yang diberikan Silla University kepada Ahmad Haikal Hassan menjadi simbol penting atas meningkatnya pengakuan dunia terhadap kontribusi Indonesia dalam industri halal. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat pendidikan halal, serta meningkatkan kepercayaan global terhadap sistem jaminan produk halal Indonesia.

Lebih dari sekadar penghargaan akademik, peristiwa ini menegaskan bahwa halal telah berkembang menjadi isu strategis yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, teknologi, hingga diplomasi internasional.

Ketika Haikal Hassan kembali menegaskan bahwa “Halal is for all”, pesan tersebut menggambarkan arah masa depan industri halal yang semakin inklusif, universal, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat global modern.

Dari Busan, Korea Selatan, Indonesia kembali menunjukkan kepada dunia bahwa halal bukan hanya identitas, melainkan juga standar kualitas, sarana kerja sama internasional, dan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan. Pengakuan dari Silla University menjadi awal dari langkah yang lebih besar untuk mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu pusat utama ekosistem halal dunia.

#Tag
Artikel Terkait
Mungkin Kamu Juga Suka
Rajakomen
Scroll Top